Filed under: Selamat Bergabung | Tag: Studio Audio Visual Puskat, Training
Hitam-ManisMungkin ada pembaca yang bertanya, “Mengapa blog ini diberi nama PARUT BIRU?” Bisa saja, tentang judul sebuah blog itu urusan pemilik. Pembaca tak perlu tahu bagaimana dan mengapa judul itu bisa ditemukan. Akan tetapi, aku pemikiranku tidak seperti itu. Jika memang ada yang bertanya (meski dalam hati sekalipun), melalui pembukaan ini, aku ingin menyampaikan alasan-alasan pembuatan Parut Biru.
Nama ini, kuambil dari pengalaman Training Program TV/Video SAV PUSKAT Yogyakarta. Dalam akhir tugas training, peserta mendapat tugas untuk membuat film dokumenter. Aku dan kelompokku mendapat tugas untuk membuat film dokumenter mengenai kerajinan tradisional. Setelah melakukan survei selama dua hari, kelompokku memutuskan untuk mengangkat satu bentuk kerajinan tradisional di Dusun Pojok, Desa Sendangagung, Kec. Minggir, Kab. Sleman, DI Yogyakarta. Bentuk kerajinan yang masih bertahan di Dusun Pojok itu adalah pembuatan parut kelapa tradisional dari bahan baku pohon melinjo.
Jadi, parut itulah yang menjadi fokus pembuatan film dokumenter ini. Kok ada kata “biru”? Ha…ha…ha…! Memangnya, pohon melinjo berwarna biru? Bukan itu alasannya! Alasannya karena ada pembuat parut yang memakai kaos biru waktu kami melakukan shooting. Hitam, tapi manis!