Filed under: Selamat Bergabung | Tag: Studio Audio Visual Puskat, Training
Hitam-ManisMungkin ada pembaca yang bertanya, “Mengapa blog ini diberi nama PARUT BIRU?” Bisa saja, tentang judul sebuah blog itu urusan pemilik. Pembaca tak perlu tahu bagaimana dan mengapa judul itu bisa ditemukan. Akan tetapi, aku pemikiranku tidak seperti itu. Jika memang ada yang bertanya (meski dalam hati sekalipun), melalui pembukaan ini, aku ingin menyampaikan alasan-alasan pembuatan Parut Biru.
Nama ini, kuambil dari pengalaman Training Program TV/Video SAV PUSKAT Yogyakarta. Dalam akhir tugas training, peserta mendapat tugas untuk membuat film dokumenter. Aku dan kelompokku mendapat tugas untuk membuat film dokumenter mengenai kerajinan tradisional. Setelah melakukan survei selama dua hari, kelompokku memutuskan untuk mengangkat satu bentuk kerajinan tradisional di Dusun Pojok, Desa Sendangagung, Kec. Minggir, Kab. Sleman, DI Yogyakarta. Bentuk kerajinan yang masih bertahan di Dusun Pojok itu adalah pembuatan parut kelapa tradisional dari bahan baku pohon melinjo.
Jadi, parut itulah yang menjadi fokus pembuatan film dokumenter ini. Kok ada kata “biru”? Ha…ha…ha…! Memangnya, pohon melinjo berwarna biru? Bukan itu alasannya! Alasannya karena ada pembuat parut yang memakai kaos biru waktu kami melakukan shooting. Hitam, tapi manis!
7 Komentar sejauh ini
Tinggalkan Komentar
awal yang baik bagi anda. anda mengawali dengan mengambil hal yang yang sangat penting dalam kehidupan tetapi seringkali dilupakan. semoga untuk pembuatan film-film lebih menampilkan sosok/gambaran nyata dari kehidupan yang terpingkirkan. bukan yang sudah mapan dan tak memberi hikmah.
Komentar oleh petrus November 7, 2008 @ 4:22 pmmas petrus yo? sampeyan saiki ada di mana? sudah sampe tingkat brpa? mbok yo ngunjungi kami! gimana kabar?
Komentar oleh parutbiru Februari 5, 2009 @ 11:18 amTentunya masih banyak orang-orang yang ingin menghadirkan mereka yang kurang mendapat perhatian, untuk menyadarkan kita semua. Bukan untuk mendapat belas kasihan tapi hanya untuk existensi, bahwa mereka ada, bahwa mereka secara tidak lansung berhubungan dan membantu kehidupan kita.
Komentar oleh kania Desember 3, 2008 @ 4:41 pmNyok kite ngumpul lagi di Jogja! Kite bikin lebih komersil aje kali ye??? Soalnye aye kangen banget ma PARUT BIRU production house…HIDUP PARUT!!!
Komentar oleh dizta Februari 3, 2009 @ 9:31 pmhaaa…..haa….Dista akhirnya nemu blog ini! kapan u le nemu, cah bagus? bikin komersiil? lha, modale? ha…ha…ha…!
Komentar oleh parutbiru Februari 5, 2009 @ 11:17 amkula nuwun….
Komentar oleh Sr. Lestari Oktober 11, 2009 @ 2:38 pmTrimakasih sudah mengangkat profil dusunku …
Komentar oleh elsukarjo Desember 15, 2009 @ 3:25 amTrimakasih juga dah pakai bapak + simbokku sebagai model …. Hidup Parut …..